Channeling Surat Dari Twinflame • End Of August

Terima kasih karena telah terhubung denganku. Perlu diketahui bahwa cahaya yang mampu bersinar di dunia, asalnya dari kegelapan yang amat dalam. Darisini aku menunjukkan bahwa aku tidak ingin meredup dan menghilang, karena ku yakin Tuhan tidak mencipta untuk kesia-siaan. Aku tahu, itu juga terjadi padamu.

Hari ini terlintas dalam benakku untuk berbicara denganmu. Aku ingin menyapa dan mengirimkan rasa rinduku, sebab aku telah merasakan getaranmu seperti yang pernah mewarnai kehidupan kita terdahulu; dan kini mulai bangkit, mengingatkan siapa sejatinya diriku, memberi gambaran yang jelas mengenaimu.

Kita telah ditempa untuk bertumbuh, agar dunia dapat diisi oleh benih-benih Ksatria, yang tahu caranya melindungi dan memperjuangkan kebenaran. Semua itu adalah perjalanan yang sangat berharga, sebab kita telah diberi kesempatan untuk mengetahui sejumlah rahasia semesta, yang menanamkan kebijaksanaan pada hati yang kian meluas dan terbuka.

Tiba saatnya dimana perdamaian dan kebahagiaan adalah satu-satunya jalan yang mutlak. Aku ingin kau tahu, dengan atau tanpamu, aku akan meningkatkan usahaku untuk planet yang kita cintai ini. Aku akan bekerja melalui rasa empatiku, dan memaafkan segala kesalahan-kesalahan yang begitu dalam terhadap Bumi. Darisanalah aku akan kembali memulai, dan merajut benang ilahi yang nyata diantara kita.

Di pintu gerbang zaman baru, orang-orang begitu sibuk, berlalu lalang baik dengan cahaya maupun ketakutan. Pekerjaan kita memang masih sangat panjang, namun kehadiranmu memberi rasa lega dan sukacita, mendekatkanku pada Tuhan (shiva-shakti) yang sudah melengkapiku.

Aku adalah manusia yang utuh, juga dengan dirimu. Keberadaanmu bukan untuk melengkapiku, tetapi untuk membuktikan cinta tak bersyarat, sebagai ‘syarat’ mewujudkan dunia yang baru. Kita sudah pernah melakukannya dan akan kembali melakukannya. Teruslah mengupayakan kenaikanmu dan kita akan selalu terhubung dalam dimensi itu.

Tertanda, Kembaran Jiwamu.

Mengenai Twinflame

Twinflame adalah dua jiwa kembar yang dibuat pada saat bersamaan, dan merupakan satu jiwa. Tujuan twinflame hadir dan mengalami penyatuan adalah untuk misi kenaikan bumi, yakni melalui manifestasi cinta tanpa syarat.

Semua itu dilakukan melalui pelayanan, proses penyembuhan, transformasi, ajaran-ajaran spiritual kuno, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan eksistensi dimensi yang lebih tinggi. Kedua jiwa ini telah berkelana secara terpisah dan mengalami tantangan demi tantangan, untuk melengkapai jiwanya sendiri dan mempelajari rahasia semesta sebagaimana tersimpan dalam cetak biru masing-masing.

King Solomon ~ Priorities

Luangkan waktu untuk prioritas tertinggi, tak peduli jika itu berarti kamu harus tidur lebih awal atau larut. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan proyek-proyek yang sesuai dengan hasrat dan impianmu. Sekalipun kamu merasa bingung bagaimana cara untuk mengerjakan atau meraih impian tersebut, tetaplah kerjakan itu!

Kamu akan dipenuhi oleh kegembiraan yang besar dari waktu dan energi yang terinvestasi pada proyek-proyek tersebut, sebagaimana itu juga berarti kamu telah berinvestasi pada dirimu sendiri. Lepaskan sikap perfeksionis dan penundaan. Bagilah tujuan tertinggimu menjadi langkah-langkah kecil, dan ubah jadwal keseharianmu menjadi momen pengerjaan- satu demi satu menuju impian itu. Jadilah tegas dan katakan tidak pada apa pun yang mengalihkan fokus pada tujuan tertinggi.

Raja Salomon memerintah Israel setelah kematian Ayahnya, Raja Daud. Ia adalah pria yang bijaksana dan berpikiran terbuka, serta memahami kekuatan feminim. Ia mengaplikasikan ilmu alkemi dalam membangun Kuil Tabut Perjanjian, sebagaimana rencana pembangunan itu telah diterima oleh Ayahnya melalui visi penglihatan dari malaikat. Panggillah Raja Salomon untuk mengakhiri dilema, membangun proyek baru, serta untuk menumbuhkan rasa toleransi antar umat agama dan ragam jalan spiritual.

🔥💗

“Devote time to your highest priorities, even if it means getting to bed earlier or later. This is a wonderful time to work on projects that are near and dear to your heart. Even if you are confused about how to approach the project, or you fear whether you will be able to accomplish your dreams, do it anyway.”

“You will feel elated by the time and energy you invest into your true priorities because your inner self will feel loved and well cared for. As you invest in your priorities, you are investing in yourself. Let go of procrastination or perfectionism. Break your major goals into baby steps and take one step at a time. Revamp your schedule so that you devote regular time to your priorities. Be assertive in saying no to anything that diverts you from your path.”

King Solomon ruled Israel following the death of his father, King David. Solomon was a wise and open minded man who understood the power of the goddess thanks to the influence of his many wives. Solomon used spiritual alchemy to build the temple of the Ark of the Covenant, based upon architectural plans that his father had received in Heavenly visions. Call upon King Solomon to resolve dilemmas, to build new projects, and to foster tolerance among various religious and spiritual paths.”

~ By Doreen Virtue, Ph.D

September’s Energy Reading: Alam, Ascension, dan Kehidupan Kita

Pada bulan September, akan terjadi perubahan signifikan dimana potensi-potensi yang selama ini tersembunyi mulai bermunculan. Kemunculan tersebut pada awalnya memberikan rasa ketidaknyamanan, terutama kepada orang-orang yang masih menggunakan cara-cara konservatif.

Hal ini sesungguhnya memberi pengaruh porsitif secara massal, yakni tentang kebebasan berekspresi, dimana manusia akan lebih dihargai sebagaimana sejatinya. Potensi supranatural akan terlihat dan diterima, alam telah mengamati pekerjaan kita dan menyeleksi orang-orang yang tepat untuk ditampilkan. Pilihan itu akan menghasilkan kejutan yang tak terduga.

Sementara, kita diminta untuk membuat prioritas, sebab roda kehidupan sudah berbalik (September berada pada angka 9, yang berarti akhir dari siklus). Prioritas itu akan menjadi dorongan semangat kita selama beberapa bulan ke depan, maka pastikanlah keputusan tersebut menunjang pertumbuhan, dan terutama berguna bagi sesama.

Berpikirlah dengan cepat dan tangkas, fokus pada tujuan tertinggi- sebab ini adalah mengenai peranmu terhadap dunia. Janganlah menunda lagi untuk merealisasikan tujuan mulia ini, dan abaikan semua hambatan-hambatan yang muncul dari kebingunganmu. Kita diminta untuk berpikir dan bergerak secara luwes, tidak terbawa perasaan, dan berani mengungkapkan kebenaran.

Hatiku Adalah Kesehatanku

Tubuh manusia memiliki kecerdasan yang luarbiasa. Setiap sel, organ, dan detail bagiannya bekerja secara mandiri bahkan tanpa diperintahkan oleh otak. Hidup hanya akan selalu terjadi, dengan atau tanpa keinginanmu!

Namun pikiran dan intensi memiliki daya yang besar, ia mampu mengembangkan kinerja hingga ke titik maksimal atau sebaliknya, menghancurkannya. Darisana kita dapat memahami bahwa ada bagian yang lebih penting daripada kesadaran ini; yaitu asal sumber, kekuatan, shakti yang mendorong terjadinya kehidupan itu, sesuatu  ingin selalu muncul dan berkembang.

Itulah yang disebut dengan Shiva dan Shakti dalam terminologi yoga. Keduanya adalah kualitas tentang keseimbangan dan realisasi Tuhan.

Seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatanmu, sebenarnya ditentukan oleh kekuatan hatimu. Seberapa besar cinta kasih yang dimiliki, menentukan kualitas pikiran dan kreativitas yang akan bekerja untuk mewujudkan keinginan. Itulah yang membedakanmu dengan makhluk lainnya, itulah yang meyakinkanmu bahwa manusia diciptakan serupa dengan-Nya.

Amaterasu, Shinto Goddess of the Sun and Mother Of All

Come out of the closet.”

Saatnya untuk mengungkapkan perasaan dan keyakinanmu yang sebenarnya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ini bisa jadi dengan melakukan pembicaraan yang terbuka dengan orang terdekat, atau mengizinkan orang lain untuk melihat warna sejatimu. Dalam proses ini kamu akan didukung secara spiritual, para ascended masters akan membantumu untuk menjadi sedemikian jujur. Sebagai hasilnya, setiap aspek hubunganmu akan menjadi lebih intens, sebab kamu tahu bahwa kamu dicintai apa adanya.

Lepaskan penilaian terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ungkapkanlah kebenaran tentang dirimu dengan cara cinta. Yakinlah bahwa nilai autentikmu sangat indah dan dihargai oleh dunia; dan semakin kamu mewujudkan nilai itu, vibrasimu meningkat dan menjadi magnet dari kesuksesan.

Amaterasu adalah Dewi Matahari dalam keyakinan Shinto, yaitu ia yang begitu bersinar sehingga orangtuanya mengirimnya ke surga, dimana ia dapat melimpahkan sinarnya ke dunia. Suatu waktu ia menjadi amat marah ketika saudara laki-lakinya, dewa badai, menghancurkan planet ini, hingga Amaterasu pun bersembunyi di dalam gua sebagai bentuk protes. Akibatnya, dunia berubah menjadi dingin dan gelap. Para dewa dan dewi pun berusaha datang membujuknya, namun tak ada satupun yang berhasil, hingga akhirnya mereka memasang cermin di pintu masuk gua.

Ketika Amaterasu melihat refleksi dirinya yang indah memantul dari cermin, ia keluar dari dalam gua, dan dunia pun kembali bercahaya. Panggilah Beliau tatkala dirimu membutuhkan keyakinan atas penghargaan terhadap diri sendiri, serta keberanian untuk mengungkapkan sejatinya dirimu pada dunia.

It is time for you to make your real feelings and beliefs known. This card asks you to reveal who you really are to yourself and others. This may involved having a heart to heart discussion with a loved one or allowing other people to see your true nature. You will be spiritually supported in this process, and the ascended masters will help you to be lovingly honest. As a result of coming out of the closet, your relationships will deepen because you will know that you are loved for who you really are.

Let go of judgements about yourself or others. Speak your truth with love. Allow others to get to know the real you. Trust that your authentic self is lovable and likeable. The more authentic you are, the higher the energy and success of all of your projects.”

Amerterasu is the Japanese Shinto Sun Goddess who was so bright and radiant that her parents sent her to Heaven, where she now shines down upon humanity. Amaterasu became upset when her brother the storm god was demolishing the planet, so she hid herself in a cave in protest, and the world grew cold and dark. The other gods tried everything to coax her out. Nothing worked until they finally put a mirror at the cave entrance.

When Amaterasu saw her bright and beautiful reflection, she finally came out of the cave. You can call upon Amaterasu to increase your self-esteem and to reveal your true self to others.

~ The Ascended Masters Oracle Card deck by Doreen Virtue, Ph.D

Universal Love

“If I consider myself as something different from you, then I actually ceate myself as a prisoner. I simply consider I am one of the seven billion human beings. We are mentally, emotionally, intelectually are the same.” ~ Dalai Lama

Ajaran tentang cinta yang universal adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dunia pada saat ini. Jika kita mengingat darimana kita berasal, dan kemana tujuan kita, maka segenap tatanan kehidupan akan berubah.

Pengertian tentang asal adalah kecerdasan yang melampaui dunia fisik. Kecerdasan ini adalah berkah untuk melihat dengan mata spiritual, dan melahirkan kesadaran untuk menciptakan takdir kehidupan. Hal ini membantu dunia untuk mulai menciptakan tatanan yang bukan berasal dari kekuatan, melainkan cinta dan kebahagiaan.

Memilih Untuk Bahagia

People are so judgemental about appearance. Tidak mengejutkan hal itu justru semakin intens dalam bidang kesehatan, olahraga, bahkan yoga- yang seharusnya menjadi ruang yang berbicara tentang kesembuhan.

Kita harus mulai mengatasi ini dengan memahami bahwa persepsi yang muncul berawal dari pikiran. Pikiran adalah benih yang kuat, dan ketika benih itu disirami dengan keyakinan, maka sebuah pohon yang rimbun akan tumbuh dan menjelaskan diri kita.

Pastikan kita tidak tumbuh dalam lingkungan yang melihat dunia melalui ukuran, angka, dan prestasi. Tidak hanya pada tubuh tetapi juga materi. Hanya jiwa yang berani dan bersedia tidak diterima secara sosial, yang dapat bertahan dalam lingkungan tersebut, untuk menyampaikan pesan-pesan tentang kebenaran: bahwa kita secara mendasar adalah energi, dan pikiran adalah benih.

To be honest, dua tahun yang lalu saya tidak cukup berani untuk bertahan dan menyampaikan hal ini. Untuk itulah saya berhenti bekerja di bidang yang katanya adalah tentang ‘kesehatan’, namun pada kenyatannya hanya untuk ‘menyenangkan’ dan ‘menyetujui’ pikiran-pikiran salah yang dibangun oleh industri ini.

Let me tell you: industri semacam ini membangun ‘insecurities‘ melalui apa yang mereka coba yakinkan padamu tentang ‘kesempurnaan dan kekuatan’. Melalui postingan foto-foto yang mengintimidasi, ajakan, hingga iklan yang mempromosikan konsumerisme, semua hanya menjauhkanmu dari pilihan yang sebenarnya sangat sederhana dan bijaksana: untuk menjadi damai dan bahagia!

Itulah alasan mengapa saya tidak ingin terlibat lebih jauh dengan pusat-pusat gym dan studio yoga. Tentu saja saya tetap berlatih, dan saya tetap menyampaikan pentingnya latihan itu. Namun saya akan mengutamakan pesan yang lebih penting: bahwa latihanmu haruslah ditujukan untuk hal yang lebih esensial, kedamaiaan dan kebahagiaan jiwamu… Choose wisely, my dear.

“Modern life is becoming very unsatisfactory. It does not give you happiness. There are too many things, too many desires. More nice cars and dresses and entertainments—and more worries! Free yourself from these so-called “necessities”… There is no security anywhere in this world; at any time your consciousness may be forced to give up the body by disease or misfortune… In these days of struggle, it is very hard to attain God, for your days are spent in restless activities and business pursuits — which mean nothing in the end but loss of time, and unhappiness.

Perfection?

Sumber foto: trekearth.com

Mari kita kupas standar kecantikan yang selama ini ditetapkan oleh fashion, trend, fitness, produk kecantikan dan kesehatan, usia, ras, warna kulit, sampai budaya dunia.

Apakah manusiawi untuk menilai tampilan fisik manusia dan memberikan penilaian terhadapnya? Alih-alih melihatnya sebagai keanekaragaman yang perlu dirawat oleh kehidupan, standar yang dibuat ini telah merubah cara kita memandang diri sebagai pribadi yang berbeda dan unik satu sama lainnya.

Standar yang diciptakan tersebut mau tidak mau menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri kita, hingga pada akhirnya tak dapat dipungkiri- mengurangi rasa kasih dan saling mengayomi antar sesama. Kompetisi semacam ini samasekali tidak sehat dan mempengaruhi sikap mental. Bahkan kontes kecantikan dunia pun memperagakan model-model dengan tampilan yang hampir serupa, dengan tujuan dan attitude yang sudah diatur untuk kepentingan komersil. Betapa membosankan menyaksikan itu!

Kini coba bayangkan sebuah kontes kecantikan dimana ukuran tubuh, tinggi badan, atau bahkan- penyandang cacat dan autisme dapat memiliki kesempatan sama seperti orang-orang dengan kondisi lainnya. Sebuah kesempatan untuk mengekspresikan diri sebagaimana sinarnya memancarkan

Saya yakin mereka yang selama ini terhalang oleh standar dan diperlakukan berbeda, akan sangat senang jika dapat mengikuti kontes yang terbuka, merasakan kemenangan dan kekalahan sebagaimana setiap orang dapat belajar darinya. Bukan berdasarkan ukuran tertentu, melainkan sebagaimana diri kita dapat bersinar apa adanya.

Tidak hanya dalam bidang ini, kompetisi seharusnya didorong untuk mengutamakan nilai-nilai yang membangun dunia, dimana kita berlomba-lomba untuk mengisinya dengan limpahan kreativitas. Tidakkah itu yang seharusnya menjadi spirit dalam kompetisi? Yaitu sebagai ajang penyemangat untuk penciptaan, sekaligus pencarian solusi akan isu-isu yang perlu diselesaikan.

Dengan tujuan yang murni, kompetisi semacam ini akan melahirkan jawaban atas kebutuhan umat manusia, baik dalam skala lokal maupun global. Dan pada akhirnya kompetisi dapat menjadi gerbang yang kondusif bagi siapapun untuk menjalankan misi hidupnya- tempat dimana kekuatan terbaiknya berada.

Coba kita telisik lagi slogan salah satu kompetisi kecantikan dunia: Beauty with purpose. Pertanyaannya, tujuan siapa? Sponsor yang menjunjung nilai-nilai konsumerisme dan menaungi lembaga-lembaga sosial dan mengemasnya sebagai kerja sosial?

Arrgh, pikirkanlah kembali makna beramal, dan jangan pernah mengukur dunia dengan standar yang ditetapkan oleh kemasan! Yang kita perlukan adalah menjadi lebih peka untuk melihat kondisi dunia yang sebenarnya, dan memberi kesempatan bagi jiwa yang dibimbing oleh kesejatian untuk menyembuhkan dunia.

Janganlah lagi menjadikan dunia sebagai panggung sandiwara, tetapi gunakan dan berikan panggung itu untuk mereka yang berani menyuarakan kebenaran dan menolong sesama. Gunakanlah keahlianmu agar orang-orang mengenali, dan mendatangimu atas manfaat mampu diberikan.

Makanan Di Atas Mejaku

Kadangkala kita lupa, bahwa kehadirat Tuhan amatlah nyata, bagaikan makanan yang tersedia di atas meja. Bahkan aku telah terlampau diberkati, sebab makanan di mejaku datang tanpa aku bersusah payah. Ia mengasihiku melalui kasih yang diberikan orangtuaku, kebaikan hati teman-temanku, saudaraku, bahkan dari mereka yang tidak kukenal- semata-mata membuktikan bahwa kasih adalah bahasa-Mu.

Aku telah salah mengira, bahwa aku-lah yang harus bersusah payah untuk mendapatkan anugerah-Mu.
Aku telah salah mengira, bahwa aku-lah yang harus berjalan dengan kakiku sendiri untuk menemukan-Mu.
Dan aku telah salah mengira, bahwa segala cobaan dan kesulitan adalah hukuman-Mu.

Engkau senantiasa hadir tanpa diminta, sebab kehidupan ini hanya bersumber dari kasih-Mu. Engkau melakukan berbagai cara untuk menjaga kehidupan ini, dan mewarnainya dengan wajah-wajah optimistime dan keceriaan. Engkau memberikan kepastian agar kami semua tumbuh dengan baik, dan tidak ada satupun makhluk yang tidak Kau perhatikan.

Sumber gambar: pixabay.

Tuhan, Kau-lah yang telah merubahku. Kau-lah yang telah menyejukkan hatiku, dan mendorongku untuk meminta anugerah keteguhan; dan Kau pun menghadiahiku anugerah kepercayaan.

Seluruh hati dan nuraniku mengenali bahwa semua itu berasal dari-Mu, sebabnya aku sendiri tak memiliki kuasa atas Terang. Terima kasih Tuhan… Terang dari segala Terang.

Beragama Adalah Menjadi Manusia

Bagaimana seharusnya seseorang beragama? Bagaimana kita dapat meletakkan agama sebagai elemen kehidupan yang damai dan tidak destruktif?

Agama dapat menjadi momok apabila ia digunakan sebagai identitas dan dogma, tetapi menjadi ‘hidup’ jika ia berubah menjadi sebuah pekerjaan. Pekerjaan seperti apa? Pekerjaan untuk mendandani, merawat, dan menjaga diri. Sebab agama bukan alat untuk menghakimi atau barang untuk disebarluaskan, tetapi hal pribadi untuk meningkatkan kualitas diri.

Sejatinya semua agama memiliki esensi yang sangat indah. Tidak ada satupun yang kurang untuk dikoreksi, juga tidak ada satupun yang menolak kehadiran semua dari kita. Dengan perbedaan atau tujuan universalnya, keterpisahan hanya terletak pada persepsi, dan agama akan selalu menjadi ruang untuk mendekat kepada Tuhan. Untuk itu siapa berani menghakimi dan tidak menerima sesamanya sebagai saudara? Sementara kita hidup di atas bumi dengan udara, matahari, dan semua elemen alam yang sama.

Sayangnya kemanusiaan tidak selalu menjadi yang utama, dan kepentingan pribadi atau golongan kadang melebihi daripada yang lainnya. Seharusnya kita selalu mengingat, bahwa jikapun pengabdian kepada-Nya telah terlaksana, semua menjadi sia-sia jika itu tidak bergerak menjadi energi hidup yang menyentuh hati manusia. Dan inilah rahasia tentang cara beragama: bahwa hubungan kepada Tuhan hanya akan tergenapkan dan terpuaskan melalui cinta kasih terhadap sesama.

Memang manusia dapat menjadi sangat manipulatif, tetapi dengan kekurangannya- selalu ada potensi tak terbatas yang dapat digali dan dipelajari satu sama lain. Itulah yang diajarkan oleh agama melalui nurani, ‘bagaimana kita melihat kehidupan’ dapat mengubah kimia beracun menjadi makanan yang memuaskan dahaga spiritual; dan hanya dengan belajar kita dapat mencapai kebijaksanaan menyeluruh.

Well, bisa saja kita mencintai pohon, binatang, lautan, dan bahkan Tuhan tanpa cela. Tetapi apa arti semua itu tanpa mencintai anak manusia, yang dihadirkan untuk mengajari dan membahagiakanmu. Dan inilah rahasia yang lainnya: Tuhan ingin kita berbahagia pada saat ini juga, tidak menunda untuk mewujudkan surga-Nya di atas bumi!

Kemanusiaan adalah jalur cepat untuk mencapai kemuliaan kolektif; dikarenakan kita telah diberi kuasa tak terbatas untuk berkarya dan menciptakan peradaban.

Uncle Iroh Wisdom

“You are not the man you used to be. You are stronger and wiser and freer than you ever used to be. And now you have come at the crossroads of the destiny. Its time for you to choose. Its time for you to choose good.” ~ Iroh to Zuko

Api adalah kekuatan. Elemen ini memiliki hasrat dan keinginan untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Tanah adalah elemen zat atau kepadatan, mereka beraneka ragam serta kuat. Mereka gigih dan mampu bertahan lama.

Udara adalah elemen kebebasan, mereka melepas diri dari ikatan duniawi dan menemukan kedamaian serta kebebasan. Juga memiliki selera humor yang tinggi.
Air adalah elemen perubahan, mereka mampu beradaptasi dalam banyak hal. Mereka memiliki dorongan untuk saling berkumpul, dan cinta membuat mereka menyatu untuk melalui segalanya.

Sangat penting untuk menarik kebijaksanaan dari berbagai tempat, sebab jika hanya menarik kesimpulan di salah satunya saja, maka itu akan menjadi kaku dan lemah. Memahami elemen lainnya akan membantumu mencapai penyatuan, dan itulah yang menghasilkan kekuatan sejati. ***