Brainwash Itu Nyata

Sejak usia belia, kita sudah mengalami apa yang namanya brainwash, melalui apa yg diajarkan oleh orangtua, kehidupan sosial, agama, televisi, dan pemerintah.

Saat remaja, media sosial pun gencar menuntun kita untuk meyakini bahwa hidup adalah untuk menggapai profesi tertentu, prestasi akademis, kekayaan, kekuasaan, kecantikan.

Duh GA PENTING amat ya!!

Aku ini MANUSIA. Aku hanya ingin berkembang secara spiritual dengan menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi, aku perlu melihat dunia sebagaimana adanya, bukan KATANYA.

Aku pengen menghargai badanku dengan mengenali makananku, memahami dinamika dan perubahan fisik yang terjadi. Yang punya badan ini kan aku, jadi AKU-lah yang bertanggungjawab, berkuasa, dan paling tahu kronologis sejarahnya. So, jangan paksa aku di pucksin yaah!

Sederhananya, aku ingin merasakan cinta sejati, menjadi seorang Ibu, dan turut melukiskan karyaku melalui caraku berekspresi dalam kehidupan sehari-hari.

GA PERLU FILOSOFI TINGGI-TINGGI UNTUK MEMAHAMI HAL BEGINI.

Aku ini sadar dengan apa yang terjadi, dan aku mampu menjelaskannya sebagaimana dapat dipahami oleh orang lain. Jadi sudahlah, dunia tidak bisa lagi MENGIBULI-ku…

Jadi gimana, apakah kamu sudah cukup berpengalaman dan mampu MELAMPAUI PROGRAM ini?

Dan apakah kamu akan mengambil SIKAP untuk MENULISKAN KEMBALI DUNIA sebagaimana akal sehatmu masih berfungsi? 😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s