Makanan Di Atas Mejaku

Kadangkala kita lupa, bahwa kehadirat Tuhan amatlah nyata, bagaikan makanan yang tersedia di atas meja. Bahkan aku telah terlampau diberkati, sebab makanan di mejaku datang tanpa aku bersusah payah. Ia mengasihiku melalui kasih yang diberikan orangtuaku, kebaikan hati teman-temanku, saudaraku, bahkan dari mereka yang tidak kukenal- semata-mata membuktikan bahwa kasih adalah bahasa-Mu.

Aku telah salah mengira, bahwa aku-lah yang harus bersusah payah untuk mendapatkan anugerah-Mu.
Aku telah salah mengira, bahwa aku-lah yang harus berjalan dengan kakiku sendiri untuk menemukan-Mu.
Dan aku telah salah mengira, bahwa segala cobaan dan kesulitan adalah hukuman-Mu.

Engkau senantiasa hadir tanpa diminta, sebab kehidupan ini hanya bersumber dari kasih-Mu. Engkau melakukan berbagai cara untuk menjaga kehidupan ini, dan mewarnainya dengan wajah-wajah optimistime dan keceriaan. Engkau memberikan kepastian agar kami semua tumbuh dengan baik, dan tidak ada satupun makhluk yang tidak Kau perhatikan.

Sumber gambar: pixabay.

Tuhan, Kau-lah yang telah merubahku. Kau-lah yang telah menyejukkan hatiku, dan mendorongku untuk meminta anugerah keteguhan; dan Kau pun menghadiahiku anugerah kepercayaan.

Seluruh hati dan nuraniku mengenali bahwa semua itu berasal dari-Mu, sebabnya aku sendiri tak memiliki kuasa atas Terang. Terima kasih Tuhan… Terang dari segala Terang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s