Communion With God

Siapapun yang mengikuti jalan cinta (kemurnian) telah berjalan di jalur kebenaran dan keselamatan.

Tidak perlu susah-susah belajar spiritual atau mencari pengetahuan rahasia tentang kebenaran, sebab semua akan terbuka kepadamu, bahkan mencarimu.

Itulah buah dari ketulusan, cintamu terhadap keilahian. Pikirkanlah sesuatu yang ilahi, habiskan waktumu dalam keadaan itu. Sebab sebagian besar hidup ini adalah proses, untuk bahkan satu detik keilahian saja- yang dapat menganugerahkan kebijaksanaan untuk dibawa selamanya.

Cintamu terhadap keilahian, adalah lentera yang memimpin perjalanan.

Jiwa adalah abadi, hidup adalah abadi. Berjalanlah dengan kekuatan sejati yang telah terdesain untuk menghadirkan kegembiraan.

Kode 1717

Tahun lalu saya dihantui angka 1717 sekitar 3-4 bulan. Seumur hidup saya tidak pernah sekuat ini dikasi kode, dan puncaknya saya naik gunung Batur, which is 1717 mdpl.

Saya sendiri tidak menyadari sampai di rumah ketika ingin mempostingnya di IG, dan lokasi pun menunjukkan: Batur 1717mdpl.

Baru-baru ini saya mengerti maksudnya. Freemason didirikan pada tahun 1717. Dan hari ini saya tergerak untuk membagikan gambar di atas, rahasia ini.

Revelation 7:1
“And after these things I saw four angels standing on the four corners of the earth, holding the four winds of the earth, that the wind should not blow on the earth, nor on the sea, nor on any tree.”

Hanya dalam hening, ketekunan, dan kesabaran, kita dapat mencapai kebenaran.

Tak Ada Hierarki

Untuk mempertahankan kekuasaan, untuk membuat perkumpulan rahasia yang menguasai dunia tetap superior, maka mereka menyimpan kebenaran itu hanya untuk golongan mereka. Kita merasakan bagaimana fact checker telah menyensor kebenaran, yang jika dibiarkan, berpotensi dalam mengaburkan sejarah.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadilan yang terdalam adalah menyadari bahwa tidak ada hirarki diantara makhluk Tuhan. Seorang raja yang bertugas melindungi rakyat, juga rakyat yg menjalani kehidupan, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah, semua hanya menjalankan tugas sesuai porsinya.

Sementara apa yang disebut suara rakyat adalah energi shakti semesta, bukan individu, bukan kepentingan golongan.
Dorongan murni agar kehidupan senantisa selaras, seimbang, harmoni, setia pada Tuhan.

Ps: saya lebih sering membagi tulisan melalui Instagram (winniemacheline). Silakan diikuti. Semoga Tuhan memberkati 💜🌏🙏

Let’s Go Beyond

Ketuhanan yang maha esa, artinya jelas, hanya ada satu kebenaran. Hanya ada satu rasa, yang dapat membuat kita sama-sama mengalami kesejatian.

Dengan begitu juga jelas, agama atau pakaianmu tidak seberapa penting.

Label tak perlu dipuja, yang penting adalah esensinya. Label bisa menjadi berbahaya karena memberi rasa bangga dan kepercayaan diri yang semu.

Yang penting adalah rasa kebenaran yang sama itu. Pengertiannya.

So lets go BEYOND…

Indonesia bisa maju bila meresapi kesatuan yang sebenar-benarnya. Kita bisa jadi negara yang hebat dengan mengaplikasikan rasa kesatuan dalam keseharian kita.

Dengan menggeser tatanan kehidupan berbasis spiritual, setiap eksistensi menjalani peran untuk berkembang secara otentik dan indah.

Seriousness Is A Disease

Ada momen dimana saya menyadari bahwa diri ini sepenuhnya cahaya, melalui kehadiran yang tulus dan total, serta intensi yang murni.

Namun juga ada saatnya saya menjadi marah- dan itu bukan didasari oleh cinta. Rasanya seperti menuruni beberapa anak tangga, hingga saya tidak mampu melihat secara keseluruhan apa yang benar-benar terjadi. Saya pikir itu diakibatkan oleh ketidakadilan, padahal tidak, saya hanya tidak mengerti alasan mengapa kekacauan itu terjadi.

Karena jika saya mengerti, tentu saya tidak akan jadi marah. Melainkan menanggapinya dengan bercanda, sembari mulai mengerjakan hal-hal yang secara kasat mata terlihat sepele, namun justru sangat esensial dalam memperbaiki keseluruhan tatanan.

Dan saya telah mengalaminya berkali-kali, saya sudah berpengalaman dalam menghancurkan diri saya sendiri. Tidak hanya sekedar menuruni anak tangga, tetapi bahkan menggelincirkan diri!

Kini saya tidak lagi mau menuruni banyak anak tangga. Dan jikapun melakukannya, saya tahu betul bagaimana cara untuk naik- dengan mahir, bahkan dalam berbagai teknik.

Saya telah belajar bahwa ada perbedaan antara keseriusan dengan menjadi atentif (penuh perhatian). Menjadi serius dalam kehidupan yang penuh sandiwara ini adalah drama yang dibuat-buat sendiri! Itulah awal dari kegagalan meditasi!

Dan, ada hadiah bagi siapapun yang tidak pernah berhenti mencoba dalam perjalanan menaiki anak tangga ini. Kesadaran bahwa pertanda, bantuan, dan peringatan akan selalu datang. Such a blessing!

Sebuah kontak yang tak terputus antara satu benih/jiwa dengan yang lain. Membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh hidup. Kita mengalami perubahan dan dinamika sebagaiman kehidupan, dan tidak keberatan untuk mengalir bersamanya.

Spiritual Beings Vs Zombie

Sistem tubuh manusia adalah super, terkecuali orang tersebut ignorant. Kapasitas otak dan DNA yang aktif akan membuktikannya, sebab pada dasarnya manusia adalah getaran/listrik.

Fear based life menidurkan intelijensi dan kesadaran, sehingga ia menjadi kehilangan kemandirian pada level kesadaran, tidak memiliki rasa percaya diri, dan tentu saja tidak mampu membuat keputusan- sehingga pada akhirnya hanya mengikuti apapun yang dijejalkan oleh (media) massa.

Jadilah tubuh bergentayangan tanpa kesadaran, alias zombie.

Sementara Love based life, keyakinan akan keberlimpahan dan kesehatan paripurna, adalah sebuah aktivasi, dimana semakin terbukanya kesadaran seperti bunga lotus yang bermekaran: FULL OF WISDOM… GREATNESS… HAPPINESS…

Come on! Kita ini datang, berkarya, dan juga pergi sebagai makhluk spiritual, bukan sebaliknya.

Beyond Religion

Saya bukan tipe orang yg ‘into religion’, karena menurut saya gak penting. Tapi jika kamu menganggapnya penting, dan sungguh-sungguh meyakininya, maka saya yakin kamu justru akan mengabaikannya.

Ya! Kamu tak akan membicarakannya, sebab kamu pasti sibuk meresapinya, agar dapat mengimplementasikannya.

Kamu pasti tahu mana yg penting dan tidak, sehingga segalanya berpusat pada kesadaran saja.

Jika tidak, maka ini seperti membicarakan kebaikan yang pernah kamu perbuat pada orang lain, hingga jatuhnya bukan kebaikan, tetapi tindakan yang didasari oleh ego semata.

Anggaplah urusan agama sama dengan seks, hanya perlu dibahas dengan orang-orang yang dipercaya, di tempat yang teduh, agar jelas dan terang pikiranmu.

Siapapun yang sungguh-sungguh, pastilah mengupayakan tindakannya menjadi sesuatu yang meditatif, hingga segala kebaikan hidup datang kepadanya!

Spiritualitas itu terlihat jelas kok dari kehadiranmu dalam merayakan kehidupan, alias menjadi align dengan momen saat ini. Sangat sederhana!

Indonesia, marilah menjadi dewasa. God is beyond religion 💜

Fokus

Bom di tempat ibadah atau dgn membawa nama kelompok/agama/etnis tertentu, semua hanya untuk menciptakan kebencian dan keterpisahan antar sesama manusia.

Kemanusiaan- tidak ada hubungannya dengan ras, keyakinan, budaya, atau identifikasi apapun. Semua yang ada di dalam diri manusia jelas berbeda, dan itu adalah KEKAYAAN yang ingin dikurangi oleh makhluk yang telah hilang rasa kemanusiaannya.

IGNORE IT.

Musuh kita hanya satu: tatanan dunia dengan satu pemerintahan, globalisme. Atau yg dalam literatur keagamaan dsbt dengan sistem dajjal, antichrist; yang berciri manis di luar, suka menolong, suka meniru dan bersembunyi di balik jubah.

Aktivasi DNA: Transformasi Jiwa-Raga

Ada sejumlah orang ketakutan seolah tidak bisa lari dari kewajiban vaksin. Mengapa sangat takut? Bersikaplah seperti seorang yg memiliki, peduli, dan merawat diri.

Jika selama ini hal itu tidak pernah terjadi, bangunlah hubungan yang lebih erat dengan setiap bagian tubuh ini, hingga pada sel-selnya. Jadilah lebih ingin tahu terhadap sifat-sifat alaminya.

Lakukan excercise untuk membangun kesadaran, bukan repetitif seperti mesin. Makan atau tidak samasekali sesuai permintaan tubuh- dan perhatikan perbedaan antara kebutuhan, dengan keinginan yang terbangun secara psikologis.

Jadilah seorang pemimpin yang bijaksana untuk memutuskan ‘lingkungan’ di dalam diri. Pastikan mereka bahagia, sehingga mampu menjaga kinerjanya dan beregenerasi.

Dengan demikian, kita akan sigap mengetahui apapun yang bersifat merusak, dan terutama level kesadaran melalui pilihan yang kita buat.

Apa poinnya jika kita hanya lahir, bertumbuh, lalu pelan-pelan mati?

Itu sama saja tidak belajar untuk menjalin kontak dengan instrumen yang telah kita bawa semenjak lahir ini. Tidak ada niatan untuk bertumbuh bersamanya, padahal tubuh ini berfungsi untuk memperluas manifestasi, sebagaimana tangan saya berguna untuk membuat tulisan ini!

Rayakanlah individualitasmu hingga pada akar-akarnya, sehingga kamu menjadi manusia yang kokoh, nyata, dan senantiasa berenergi. Bernergi berarti memiliki kemampuan untuk menyerap pengetahuan, dan membuatnya menjadi permata di dunia.

Ini adalah contoh manusia yang telah membuka simpul-simpulnya, dan melakukan kontak dengan energi ilahi. Bagaimana bisa energi itu menua, sekarat, dan mati?

Kita hanya merayakan transfromasi demi transformasi, dan hidup pun menjadi kekayaan yang tak ternilai.

God Is In My Heart

Cukup satu alasan mengapa setiap manusia harus melarikan diri dari pemrograman: kita tidak hadir disini untuk menderita.

Lihatlah apakah semua yang diberitahukan kepadamu- tentang apa yang benar dan salah, yang harus dan tidak seharusnya- apakah semua dapat menolongmu atau bahkan relevan dengan kehidupan?

Tidak. Hidup terlalu kompleks untuk diterjemahkan dengan cara seperti itu.

Semua hanya memberitahu agar kita harus terus-menerus menyenangi orang lain, menyenangi masyarakat melalui aturan-aturannya, tetapi tidak pada diri sendiri. Dunia tidak peduli dengan fase pertumbuhan manusia, lalu memaksa kita untuk bersikap lemah lembut. What the f*ck?

Itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi, karena kita hanya dapat memahami cinta sejati dengan cara menyelami diri sendiri. Dengan lebih mendengarkan kata hati, se-absurd apapun itu.

Jika hanya mengikuti permainan yang ditawarkan oleh dunia, sudah pasti akibatnya adalah sakit jiwa raga. Akan ada terlalu banyak tekanan yang tercipta di dalam, seperti deras air dalam pipa yang sengaja ditutup.

Maka biarkanlah hati berekspresi tanpa dimanipulasi oleh fluktuasi pikiran, sehingga kita mampu menghadirkan dunia yang sebenar-benarnya.

Setiap dari kita sudah memiliki jawaban mengenai apa yang harus dilakukan, maka ikutilah. Penuhi kebutuhan untuk mengalami fase-fase kehidupan, karena transformasi adalah jalur yang harus dilewati untuk merealisasikan kebenaran.